Pancasila sebagai Pandangan Hidup
1. Hakekat Pendidikan Pancasila
Pancasila sebagai basis moralitas dan haluan kebangsaan kenegaraan memiliki landasan ontologis, Epistemologis, dan aksiologis yang kuat. Setiap sila memiliki justifikasi historitas, rasionalitas, dan aktualitasnya yang apabila dipahami, dihayati, dan diamalkan secara konsisten dapat menopang pencapaian agung peradaban bangsa (Latif, 211: 42).
Secara yuridis konstitusional, Pancasila adalah dasar negara. namun secara multidimensional, Pancasila memiliki berbagai sebutan (fungsi/posisi) yang sesuai dengan esensi dan eksistensinya sebagai kristalisasi nilai nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Karena itu Pancasila sering disebut dan dipahami sebagai 1) Jiwa Bangsa Indonesia; 2) Kepribadian Bangsa Indonesia; 3) Pandangan Hidup Bangsa Indonesia; 4) Dasar Negara Republik Indonesia; 5) Sumber Hukum bagi Negara Indonesia; 6) Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia; 7) Ideologi Bangsa Indonesia; 8) Filsafat Hidup yang mempersatukan Bangsa Indonesia (Darmodihardjo, 1975: 10-11).
2. Dinamika Pancasila dalam Sejarah
Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila (detikcom, Kamis 1/6/2017)
Istilah Indonesia akhirnya menjadi populer bagi wilayah ini, terutama bangsa asing yang singgah di bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda). Kondisi ini serta merta mendorong masyarakat yang tinggal di wilayah ini (nusantara) mulai memahami akan pentingnya wilayah mereka bagi dunia luar. Akhirnya istilah nusantara dan istilah lainnya secara perlahan mulai pudar setelah beberapa intelektual muda Indonesia yang belajar di Beianda mulai mempopulerkan nama Indonesia dengan membentuk sebuah organisasi pemuda yang bernama “Perhimpunan Indonesia” (Suhartono, 1994, 7)
3. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Pancasila sebagai hasil pemikiran yang mengandung kebenaran secara ilmiah, filosofis, dan religius tersebut kemudian dijadikan filsafat negara dan pandangan hidup atau falsafah bangsa. Sebagai filsafat negara, Pancasila dijadikan sebagai sudut pandang dan pembimbing dalam berpikir (light star, menurut istiiah Darmodihardjo, 1971) atau sebagai genetivus subjektivus (Wibisono, 1989).
4. Pancasila sebagai Ideologi
Pancasila adalah dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia yang plural dan tidak akan tergantikan oleh ideologi sekulerisme. Pancasila kembali menjadi rujukan dan panduan dalam pengambilan kebijakan, mulai dalam kehidupan keagamaan, kemanusiaan, kebangsaan, demokrasi, dan keadilan (Syarbaini, 2011: 2).
5. Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan Indonesia
Dasar Negara merupakan suatu norma dasar dalam penyelenggaraan bernegara yang menjadi sumber dari segala sumber hukum sekaligus sebagai cita hukum (rechtsidee), baik tertulis maupun tidak tertulis dalam suatu Negara. Cita hukum ini akan mengarahkan hukum pada cita-cita bersama dari masyarakatnya. Cita-cita ini mencerminkan kesamaan-kesamaan kepentingan di antara sesama warga masyarakat (Yusuf dalam Nurwardani, 2016: 81).
6. Pancasila sebagai Sistem Etika dan Politik
Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi poIitik. Karena itu, etika politik mempertanyakannya tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan sebagai warga negara terhadap negara, hukum dan sebagainya (Suseno; 1988)
7. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan
Dalam pada itu Prof. T. Jacob (dalam Mintaredja, 1990) menganjurkan bahwa dalam ragka mengimbangi perkembangan iptek yang cenderung mengancam otonomi manusia, para ilmuwan selayaknya jika memperhatikan agama, etika, filsafat, dan sejarah ilmu. Sementara itu AH Mintaredja juga menyarankan agar ilmu dapat lebih aktif dan mampu berfungsi sebagaimana mestinya, maka hal-hal yang cukup mendasar yang perlu mendapat perhatian antara lain:
a. Ilmu harus mamu mewadahi kebudayaan masyarakat, ilmu diharapkan dapat berkembang persis seperti yang dikehendaki masyarakat.
b. Adanya keinsyafan tidak melulu kesadaran bahwa ilmu bukan satu-satunya cara untuk memperoleh kebenaran.
c. Pendidikan moral (etika) dan etika Pancasila serta moral keagamaan menjadi syarat mutlak bagi moral para ilmuwan agar memiliki sikap profesional yang seimbang. (Yusufzamami.blogspot.co.id. 11 Okt 2015)
8. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan
Dinyatakan bahwa salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan setiap program studi dalam pengembangan kurikulumnya adalah kewajiban menumbuh kembangkan karakter mahasiswa Unesa sesuai dengan moto Unesa growing with character, yang meliputi: Iman, Cerdas, Mandiri, Jujur, Peduli, dan Tangguh. Dengan akronim: “Idaman Jelita"(Naskah Akademik Pengembangan Kurikulum program Studi Unesa 2016).
TIM MKWU Pendidikan Pancasila Unesa. 2017, Pendidikan Pancasila, Penerbit: Unesa University Press, Anggota IKAPI No. 060/JTI/97, Anggota APPTI No. 133/KTA/APPTI/X/2015, Kampus Unesa Ketintang, Gedung C-15 Surabaya, Telp. 031-8288598; 8280009 ext. 109, Fax. 031- 8288598, ISBN: 978-602-449-037-9, hal. 1-292
Demikian catatan pustaka ini saya kerjakan dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan prinsip kerja ilmiah.
Surabaya, 30 Agustus 2019
Mahasiswa,
Rafika Annisa'elya Izzati
19030174078
2019C
Pancasila sangat berperan dalam segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Sudah sepatutnya untuk kita cerminkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangattt untuk melakukan perubahan 💪🏻
ReplyDeleteKuy.. Semangat.😉
DeleteBagus.... Kajian yang menarik, dan sangat bermanfaat. Good job.
ReplyDeleteTerimakasih☺
DeleteTulisannya bagus, lugas dan Analysisnya serta runut mudah dipahami.
ReplyDeleteKembangkan terus semangat untuk menulis agar indonesia maju.
FatkhurRozaq
Ayah Rafiks
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteBagus sekali dan mudah dipahami
ReplyDeleteSaya adek dari rafika
Lanjutkan kajian literasi nya
ReplyDelete#kawanbaikrafika
Bagus..
ReplyDeletePancasila kalau d aplikasikan d kehidupan sehari2 maka tdk akan terjadi ketidak harmonisan dn khekhawatiran dlm kehidupan bernegara dn bermasyarakat.
Kembangkan terus kajian literasinya ya Fi..
ReplyDeleteBagus, jelas dn runtut.. # lovebudeyun
Betuk cantik,setidaknya kita semua sudah seharusnya mengerti etika Agama dan etika Pancasila dalam kehidupan sehari-hari..
ReplyDeletePerlunya tatanan kehidupan bangsa kita dikembalikan lagi dengan makna Pancasila yang sesungguhnya
Ow indahnya..#Indonesia
#tantenyaRafika
Hidup di era milenial membuat kesadaran diri arti penting pancasila semakin menipis, semangat dakwah untuk saling mengingatkan bahwa negara butuh anak muda yang paham arti pancasila secara mendalam untuk mewujudkan negara yang berkemajuan
ReplyDelete